Dibuka Hari Ini, Musyawarah MS PKS Tentukan Capres
Sabtu, 24 Apr 2004 10:42 WIB
Jakarta - Siapa capres dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)? Tampaknya pertanyaan itu akan segera terjawab. Sabtu-Ahad (24-25/4/2004) ini, PKS akan menggelar Musyawarah Majelis Syuro (MMS) ke-4 di gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta.Nah, salah satu agenda penting yang dibahas dalam acara rutin tiga bulanan ini yaitu penentuan calon presiden (capres) dari PKS. Selain itu, dibahas juga agenda evaluasi pemilu 2004 yang telah mengantarkan PKS meraih suara cukup signifikan.Agenda capres nampaknya akan mendominasi pembicaraan dalam musyawarah yang berlangsung tertutup yang diikuti oleh 50 orang dari seluruh Indonesia itu. Saat ini, pihak DPP PKS telah mengumpulkan usulan nama-nama capres dari Dewan Pimpinan Daerah (setingkat kabupaten/kota) di seluruh Indonesia melalui program Jaring Capres Emas (Jaring Calon Presiden dari Elemen Masyarakat) yang telah digulirkan sejak MMS pertama.Menurut siaran pers DPP PKS, Jaring Capres Emas tersebut memuat dua usulan nama capres dari masing-masing DPD. Nama yang paling banyak muncul akan menjadi salah satu pertimbangan DPP PKS untuk diajukan sebagai capres.Seleksi melalui Jaring Capres Emas boleh dikata cukup ketat karena harus memenuhi delapan kriteria capres/cawapres yang diajukan PKS yaitu: (1) Beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia dan istiqomah dalam melaksanakan amanat rakyat sebagai pemimpin bangsa dan negara. (2) Tidak sedang berstatus terdakwa dalam kasus kriminal dan /atau korupsi, kolusi dan nepotisme. (3) Mempunyai komitmen tinggi untuk menjadi panutan dalam penegakan hukum dan pemberantasan KKN. (4) Berijazah minimal S1 dan mempunyai kompetensi intelektual dan profesional untuk memimpin bangsa dan negara keluar dari krisis multidimensional.Kriteria lainnya, (5) Bersikap negarawan, adil dan amanah serta siap untuk menyejahterakan dan menjadi pengayom bagi seluruh anak bangsa, dan bersedia melepaskan jabatannya sebagai pimpinan lembaga dan /atau jabatan politik/publik yang disandang sebelumnya. (6) Berkomitmen tinggi untuk tidak mengulangi kesalahan Presiden RI sebelumnya, mempunyai visi, jujur, dan serius dalam melaksanakan seluruh agenda reformasi, membela wong cilik, penyandang cacat, petani, nelayan, buruh dan kaum dhuafa lainnya. (7) Memperjuangkan dan membela hak-hak kaum perempuan serta memelihara harkat dan martabatnya, dan (8) Mampu menjadi perekat umat dan bangsa, menjaga kedaulatan dan integritas negara kesatuan serta berwawasan internasional.Namun siapa yang akan didaulat PKS menjadi capres atau cawapres baru bisa diketahui Ahad besok. Saat itu, Ketua Umum PKS Hidayat Nur Wahid sendiri yang akan mengumumkan. Apakah Hidayat sendiri atau calon lainnya, tergantung masukan dari DPD-DPD.Namun jika merujuk pada pernyataan Hidayat sebelumnya, tampaknya PKS tidak akan menyodorkan capres atau cawapres dari internal partai. Alasannya, Majelis Syuro yang merupakan struktur tertinggi di partai berlambang dua bulan sabit dan bulir padi itu merekomendasikan kalau PKS hanya bisa mencalonkan capres atau cawapres jika memperoleh 20 persen suara. Jadi siapa yang akan dicalonkan PKS?
(ani/)











































