Ragu Lolos UAN, Siswa Semarang Hanya Bisa Berdoa

Ragu Lolos UAN, Siswa Semarang Hanya Bisa Berdoa

- detikNews
Jumat, 23 Apr 2004 17:27 WIB
Semarang - Keputusan Mendiknas No. 153/U/2003 tentang Ujian Akhir Nasional (UAN) dengan standar kelulusan 4,01 bagi siswa-siswi, membuat sebagian siswa Semarang pasrah. Mereka menyatakan tak bisa apa-apa lagi selain berdoa.Seperti yang diutarakan siswa SMU I Semarang Ibnu Tri Akhsan. "Mau bagaimana lagi, kami hanya bisa berdoa agar lulus. Soalnya standar kelulusannya memang sudah ditetapkan seperti itu," katanya kepada detikcom di sekolahnya seusai kegiatan ekstrakurikuler, Jl. Taman Menteri Supeno, Jumat (23/04/2004). Siswa yang bertempat tinggal di Jl. Jatisari Semarang ini menambahkan dirinya dan beberapa temannya meragukan akan bisa lulus sesuai ketentuan. Selain karena persiapannya yang tak banyak, dirinya juga harus menghadapi materi-materi baru."Soal mata pelajaran Bahasa Inggris sekarang ini berbeda. Kalau dulu jumlahnya ada 60 soal pilihan ganda semua, sekarang 40 soal pilihan ganda dan 20 soal listening. Lumayan kalau ada ear phone, tapi di sekolah saya tak ada. Listening-nya memakai speaker," paparnya panjang lebar.Siswa SMK 7 Semarang Ardian mengemukakan hal yang tak jauh berbeda. Ia kehilangan keyakinan untuk bisa lulus dengan standar baru. "Tapi bagaimana pun kami harus coba dulu, masih ada harapan," tuturnya ketika sedang ber-kongkow-kongkow di Kawasan Simpang Lima.Sebenarnya, lanjut dia, lulus dan tidak itu tergantung pada siswanya sendiri. Kalau siswa mau belajar lebih, maka standar setinggi apa pun bisa terlampaui. Hanya saja, kebanyakan siswa kelihatannya agak malas belajar. "Jadi pasti ada yang tidak lulus," katanya memprediksi.Siswi SMP Diponegoro yang mengaku bernama Kristin berujar," Untung saja, saya ikut bimbingan belajar, jadi sedikit tahu materi dan soal yang katanya berstandar 4,01 itu. Ya, seperti itulah," katanya ketika ditanya soal tingkat kesulitan materi.Meski ikut bimbingan belajar, Kristin juga tak yakin dirinya bisa lulus dengan mudah. Pasalnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi bisa tidaknya siswa dalam mengerjakan soal. "Saya sendiri hanya bisa berdoa, agar bisa lulus," harapnya.Kelihatannya, siswa-siswa Semarang hanya bisa menerima saja kebijakan UAN berstandar baru tersebut. Untuk itu mereka belajar, meski pada akhirnya mereka tetap banyak meragukan kemampuan sendiri. Sehingga, hanya doa saja yang jadi bekal menghadapi UAN mendatang. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini