"Sebagai Jubir yang sering berhubungan dengan publik, tidak usah membela dengan hal-hal yang baik," ujar Hayono.
Hayono menyampaikan hal itu saat jumpa pers evaluasi 100 Hari Kinerja Pemerintahan SBY-Boediono oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) di Kantor LSI, Jl Terusan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah berbuat baik itu sudah seharusnya. Kalau jelek ya selalu dikritik," tukas Hayono.
Yang diperlukan adalah kemampun Presiden mengelola konflik yang dialami pembantu-pembantunya. Hayono mencontohkan kasus Susno Duadji yang dianggapnya mengkriminalkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena merasa tersadap KPK.
Kasus itu, lanjutnya, sebenarnya adalah masalah pribadi. Karena gengsi Kepolisian maka kasus itu menjadi kriminalisasi pimpinan KPK hingga merembet pada kasus Bank Century.
"Presiden dan Wakil Presiden itulah yang harus mengelola pembantunya agar profesional dan tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini," jelas dia.
(nwk/nrl)











































