"Kasian Pak Susno. Nanti diperiksa Propam lagi. Saya sudah ditelepon stafnya. Katanya tidak benar itu," ujar anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1/2010).
Ruhut meminta, testimoni Susno jangan dibesar-besarkan. Bantahan Susno atas penulisan testimoni itu layak untuk dihargai.
"Terang benderang JK mengaku memerintahkan penangkapan (Robert Tantular). Tapi Pak Susno sampaikan penangkapan karena hukum. Sudahlah, jangan dibikin heboh," kata pemeran Si Poltak dalam sinetron Gerhana ini.
Anggota FPD itu mengaku, tidak mendapat testimoni itu. "Saya tidak dapat testimoni itu, jangan buat kabar heboh," imbuh Ruhut.
Anggota Pansus Hak Angket Century Andi Rahmat, Selasa (26/1/2010) kemarin, menyatakan Susno membagikan testimoni usai diperiksa Pansus Century pada 20 Januari lalu. Isi testimoni, menurut Andi, antara lain perihal pengusutan kasus Century oleh Bareskrim Polri yang dihentikan karena mengarah pada Boediono yang akan dilantik sebagai wapres.
Selain itu juga, masih menurut Andi, ada isi testimoni yang menyalahkan Presiden SBY, dan juga menyinggung kasus kriminalisasi atas pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
Namun Susno membantah bila yang diberikan ke Pansus DPR adalah testimoni. Dia mengaku yang diserahkannya adalah data. Catatan yang terbawa yang ikut diserahkannya adalah konsep buku yang tengah dibuat seseorang untuk dirinya.
(nik/iy)










































