Pasca Kecelakaan KA
Korut Terapkan Keadaan Darurat
Jumat, 23 Apr 2004 03:08 WIB
Jakarta - Menyusul terjadinya kecelakaan kereta api (KA) yang menelan korban tewas atau luka-luka sekitar 3.000 orang, Korea Utara dilaporkan memberlakukan keadaan darurat di negaranya.Kantor berita Korea Selatan Yonhap, sebagaimana dikutip oleh kantor berita The Associate Press, Jumat (23/4/2004), juga melaporkan bahwa pemerintah Korut telah memotong saluran telepon internasional untuk mencegah keluarnya informasi tentang kecelakaan ini ke luar negeri.Pemimpin Korut Kim Jong Il dilaporkan telah melewati stasiun KA tempat terjadi ledakan di perbatasan Cina sekitar sembilan sebelum peristiwa terjadi. Belum jelas apa penyebab terjadinya ledakan, atau adakah hubungannya dengan perjalanan Kim ke Beijing.Pemerintah Korea Selatan, yang dikutip dalam kondisi anonim oleh stasiun televisi berita Korsel YTN, menyatakan bahwa peristiwa itu terlihat sebagai kecelakaan. Kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 di Ryongchon, sebuah kota yang terletak 12 mil dari Cina.Sementara Cho Sung-dae, koresponden Yonhap di Beijing, menyatakan bahwa laporannya tentang insiden ini didasarkan pada kesaksian warga di kota Dandong yang berbicara dengan kenalan mereka di Ryongchon.Mereka menggambarkan kecelakaan ini menimbulkan jumlah korban yang sangat banyak, tapi tidak dapat menyebutkan jumlahnya. Cho, kepada AP, menyatakan bahwa otoritas Korut tampaknya menutup perbatasan dengan Cina setelah peristiwa kecelakaan KA ini.
(gtp/)











































