Mahasiswa di Makassar Tolak Capres dari Militer
Kamis, 22 Apr 2004 12:53 WIB
Makassar - Larisnya kalangan militer digadang sebagai capres dan cawapres dalam pemilihan presiden 5 Juli nanti, ditentang keras oleh sekelompok mahasiswa di Makassar, Kamis (22/4/2004). Sekitar 100 orang mahasiswa Universitas 45 melakukan protes dan menolak militer dalam Pilpres nanti. Para pengunjuk rasa melakukan orasi di depan pintu masuk kampusnya, Jl. Urip Sumohardjo, Makassaar. "Kemenangan Wiranto dalam kanvensi Golkar, sebuah gelagat yang jelas bahwa militer kembali inigin berkuasa di negeri ini. Kami menolak militer. Tak ada tempat buat mereka," ujar Ilham, koordinator lapangan, saat berorasi. Menurut Ilham, banyaknya pihak yaang membuka jalan agar militer kembali berkuasa merupakan bentuk nyata dari kelupaan mereka terhadap kekejaman yang dilakukan militer di Indonesia. "Maukah negeri kita kembali diperintah dengan cara represif? Bila tidak mau, jangan pernah pilih capres dari militer," imbaunya. Selain melakukan orasi, para pengunjuk rasa juga membagi-bagikan selebaran anti militer ke seluruh pengendara jalan di Jl. Urip Sumohardjo. Unjuk rasa yang dimulai pukul 10.00 WITA berlangsung hingga pukul 12.00 WITA. Akibatnya, sepanjang Jl Urip Sumohardjo terjadi kemacetan. Unjuk rasa anti militer oleh mahasiswa Universitas 45, juga disandingkan dengan peringatan April Berdarah (Amarah), yang terjadi pada tahun 1996. Sekadar diektahui, dalam peristiwa 8 tahun silam ini, 4 orang mahasiwa Universitas Muslim Indonesia (UMI) tewas diterjang peluru aparat. Peristiwa ini terjadi, lantaran protes kenaikan ongkos angkutan kota yang terjadi pada saat itu.
(asy/)











































