"Kita tidak menganggarkan jumlah tersebut hanya untuk lab bahasa, tapi untuk semua pos anggaran yang dimintakan," ujar anggota Komisi E DPRD DKI Fahmi Zulfikar di ruangannya, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2010).
Menurutnya, telah terjadi kesalahan yang dilakukan oleh pihak tertentu terkait alokasi yang tidak sesuai tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi menduga jika hal ini akibat human error atau memang disengaja pihak tertentu agar program ini tidak teralisasi. "Kalau program tersebut tidak teralisasi nantinya akan diperuntukan untuk program yang lain," imbuhnya.
Dikatakan Fahmi, Komisi E yang membidangi pendidikan dalam rapatnya memang telah menyetujui alokasi untuk sekolah unggulan tersebut karena hal tersebut memang dibutuhkan untuk membuat sekolah unggulan.
"Itu memang cukup besar, tapi untuk sekolah unggulan kita setujui anggaran 7 pos tersebut," pungkasnya.
7 pos anggaran untuk sekolah unggulan MH Thamrin tersebut adalah:
1. Pengadaan lab bahasa Rp 6,3 miliar.
2. Lab kimia terbagi dua. Lab berbasis komputer Rp 3,6 miliar, peralatan lab kimia Rp 4,6 miliar.
3. Kemudian lab fisika juga ada dua pos. Lab fisika berbasis komputer Rp 4,7 miliar dan peralatan lab IPA Rp 5,6 miliar.
4. Lalu lab biologi juga terbagi dua. Lab biologi berbasis komputer Rp 2,7 miliar serta peralatan lab biologi Rp 5,1 miliar.
5. Anggaran untuk perpustakaan virtual library dan buku Rp 1,4 miliar, serta library automation system Rp 1,7 miliar.
6. Anggaran untuk Classroom management system Rp 1,5 miliar, interactive teaching system Rp 2,2 miliar, multimedia class Rp 1,2 miliar dan peralatan pembelajaran Rp 4,2 miliar.
7. Anggaran untuk gedung penunjang extra curricular practice Rp 3 miliar.
Sehingga totalnya mencapai Rp 48,4 miliar.
(her/irw)











































