Tarto: Keluarga TNI Bebas Pilih Presiden
Kamis, 22 Apr 2004 11:06 WIB
Jakarta - Bursa capres diwarnai perebutan antara dua jenderal, SBY dan Wiranto. Lalu, bagaimana posisi TNI? Panglima TNI Jenderal E.Sutarto tetap berkoar: TNI netral. Keluarga besar TNI (sipil) juga bebas memilih presiden idamannya.Demikian dikatakan Tarto usai upacara alih Komando Pengandalian (Kodal) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Kostrad dari Divisi Infantri II ke Divisi Infantri I di Pangkalan AU Halim Perdanakusumah, Jaktim, Kamis (22/4/2004).Tarto menilai, pencapresan Wiranto dan SBY adalah hak warga negara biasa. "Sebagai warga negara biasa, tentunya hak yang sama seperti wargan egara lainnya. Terserah masayarakat untuk memilih siapa saja di antara mereka yang dianggap bisa membangun bangsa ini tanpa memandang bekas apa dia. Karena sekarang ini adalah haknya untuk membangun bangsa, untuk berkecimpung di bidang politik," tutur Tarto.Lalu bagaimana dengan keluarga besar TNI yang sipil? "Bebas untuk memilih. Nggak ada kaitannya dengan TNI. Karena TNI tetap menjaga netralitas. Tidak ada dukungan secara institusional maupun individu, tapi keluarga besar TNI terserah," jawab Tarto tegas.
(nrl/)











































