"Kami telah berkoordinasi dengan jajaran untuk razia KA Pasundan yang ditumpangi Bonek itu sebelum masuk Solo, tepatnya di Stasiun Palur. Anggota telah merampas ratusan batu yang dibawa penumpang yang mereka kumpulkan sejak dari Jombang," ujar Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Joko Irwanto, kepada wartawan, Sabtu (23/1/2010).
Dia juga mengatakan, anggotanya telah disebar di titik-titik rawan, selain menempatkan anggota di kereta untuk memberikan pengawalan. Bahkan untuk pengamanan, Poltabes Surakarta mendatangkan bantuan kekuatan Brimob.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika sebelumnya tidak kami lakukan razia batu, hampir pasti kejadiannya akan lebih menyedihkan. Kami akui kemarin benar-benar terjepit dalam perang batu itu. Bahkan anggota kami, Briptu Warsito, masih menjalani perawatan di rumah sakit karena terlempar batu di bagian mata saat berjaga di Stasiun Purwosari," paparnya.
Atas himbauan dari Forum Wartawan Surakarta (FWS) agar pemulangan suporter Persebaya dari Bandung tanpa melewati wilayah Surakarta, Joko Irwanto mengatakan pihaknya juga sudah berusaha berkoordinasi dengan PT KA mengenai hal tersebut.
"Tadi pagi kami sudah mengirim surat secara resmi kepada Kepala Daops IV PT KA. Isinya kami meminta agar pemulangan bonek tidak dilewatkan jalur Solo. Kami belum mendapat balasan surat itu. Tapi tentunya kami semua pihak akan mengambil langkah terbaik untuk menghindarkan benturan yang lebih besar lagi," kata Joko.
(mbr/fay)











































