"Saya cuma diberi, tidak tahu menahu. Kalau mau ditarik, silakan saja," kata Roy saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/1/2010).
Pengadaan komputer baru bagi anggota DPR memang diperlukan untuk menggantikan komputer lawas. Namun Roy menilai pengadaan komputer tidak perlu terlalu mewah. "Kalau dikatakan perlu, memang perlu. Kalau dikatakan mewah, memang ini terlalu mewah. Kalau memang ada pengadaan tidak perlu semewah ini," kata Roy.
Roy mengaku tidak tahu menahu soal pengadaan komputer yang menurutnya canggih untuk ukuran orang awam ini. Menurutnya, komputer dengan layar putih 19 inch dan CPU menyatu ini, sudah ada di ruang kerjanya saat dia dilantik menjadi anggota DPR Oktober tahun lalu.
Ditanya apakah komputer dengan spesifikasi canggih itu bisa dimanfaatkan maksimal anggota Dewan, Roy enggan berspekulasi. "Saya tidak boleh mengukur kemampuan rekan yang lain, mungkin ada yang bisa memanfaatkan mungkin juga ada yang tidak," kata Roy yang mengaku komputer itu hanya dijadikan backup untuk laptop canggihnya.
(lrn/iy)











































