Tidak Jadi Capres, Yusril Pertimbangkan Ikut SBY-Kalla
Selasa, 20 Apr 2004 16:57 WIB
Jakarta - Perolehan suara PBB tidak begitu menggembirakan, Yusril pun tidak mencalonkan diri menjadi presiden. Mau ikut gerbong SBY-Kalla? Kalau ditawari, Yusril akan pertimbangkan."Melihat perolehan suara yang tidak begitu menggembirakan, saya menahan diri lah, mungkin pencalonan presiden, saya tidak akan lakukan sekarang."Demikian kata Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menjawab pertayaan wartawan usai jumpa pers di Kantor Depkeh dan HAM jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/4/2004).Anda ditawari jadi menteri utama oleh SBY-Kalla? "Itu kan masih rumor, kalau memang benar, ya saya akan pertimbangkan. Tapi kita lihat saja nantilah," katanya.Mengenai SBY, diakui Yusril, pihaknya beberapa kali melakukan pembicaraan-pembicaraan. "Kita saling mendukung lah. Tapi semuanya itu belum final," ujarnya.Menurut dia, pihaknya sudah berbicara kepada beberapa pihak, yakni parpol-parpol soal pencalonan presiden. Tapi hingga kini belum ada yang final. Soal koalisi pun belum terpikirkan. Sebab pihaknya masih melihat perkembangan penghitungan suara beberapa hari lagi.Yusril menyayangkan banyaknya surat suara yang tidak sah yang jumlahnya sangat signifikan. "Surat suara yang tidak sah ini bagi PBB sangat merugikan. Misalnya saja di Kepulauan Bangka Belitung (Babel), jumlah surat suara yang tidak sah mencapai 40 persen," keluhnya.Menurut data sementara Tabulasi Nasional Pemilu KPU, PBB menempati urutan 8 dengan perolehan suara 2,57 persen secara nasional. Meski demikian, PBB berhasil merajai 1 provinsi, yakni Kepulauan Babel dengan 21,36 persen suara. Di provinsi yang baru ini, perolehan suara PBB ini menempatkan PDIP di urutan dua, dan Partai Golkar di urutan tiga.
(sss/)











































