"Yang terjadi hari ini bukanlah razia dubur seperti yang diberitakan. Kami mengirim 24 relawan dan pekerja sosial yang disebar di 8 titik," ujar Direktur Pelayanan Sosial Anak dan Rehabilitasi Depsos Harry Hikmat.
Harry mengatakan itu dalam jumpa pers bersama Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Budiharjo di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2010).
Menurut Harry, relawan sosial itu akan mendata dan mengidentifikasi anak jalanan melalui teknik wawancara persuasif. Dengan cara itu, diharapkan anak jalanan akan lebih menerimanya dan tidak melanggar HAM.
"Mereka bisa menceritakan kondisi mereka termasuk apakah mereka pernah menjadi korban kekerasan seksual atau tidak. Jika ada, kita periksa kondisi kesehatan yang bersangkutan," kata Harry.
Depsos, lanjut Harry, juga akan melapor polisi jika ada laporan dari adanya kekerasan seksual pada anak jalanan berdasarkan wawancara persuasif relawan sosial.
"Jika anak-anak pernah menjadi korban tindak kekerasan seksual, itu akan kita laporkan ke polisi. Jadi sekarang polisi bertindak di belakang saja, tidak ikut merazia," demikian Harry.
(nik/iy)











































