"Jangan tenggelamkan pulau kami dengan memberikan izin penebangan hutan. Hentikan sekarang," kata Firdaus, warga Pulau Meranti, Kampar di Departemen Kehutanan (Dephut), Jl Tentara Pelajar, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2010).
Firdaus tidak sendiri. Ia datang bersama puluhan warga pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia itu. Warga tersebut berdemo di Dephut dengan didampingi aktifis pecinta lingkungan. Pendemo membentangkan spanduk bertuliskan "Cabut dan Usut Tuntas Pelaku Kerusakan Hutan".
"Sudah 5 tahun lebih kami dijanjikan akan distop itu penebangan hutan. Tapi janji cuma janji," sesal Firdaus.
Menurut data dari Komite Anti Penghancuran Hutan Indonesia (KAPHI), PT RAPP telah menghabiskan hutan hingga 55.940 ha di Semenanjung Kampar dan 43.000 ha di Pulau Padang.Sementara ditempat lain, perusahaan sejenis telah membabat hutan hingga 18.890 ha (Pulau Rangsang), 48.635 ha (Pulau Tempuling), 38.590 ha (Pulau Rupat), 10.390 ha (pulau Tebing Tinggi).
Setelah berorasi sekitar 45 menit, pendemo membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada pengamanan berarti dari pihak kepolisian karena jumlah pendemo yang tidak terlampau banyak. Lalu-lintas diarea Patal Senayan juga terpantau lancar.
(Ari/Rez)











































