Prabowo Yakin DPD-DPD akan Memilih Berdasar Hati Nurani
Senin, 19 Apr 2004 14:13 WIB
Jakarta - Berbagai analisis boleh menyebutkan Akbar Tandjung yang paling berpeluang memenangkan Konvensi Capres Partai Golkar, tapi Letjen (Purn) Prabowo Subianto tidak ngeper. Bekas menantu mantan Presiden Soeharto yakin bahwa dirinya masih punya peluang untuk keluar jadi capres dari Golkar."Saya rasa kans saya masih cukup baik," kata Prabowo kepada wartawan usai menyampaikan visi dan misinya kepada pengurus DPD-DPD Golkar se-Indonesia yang diundangnya makan siang di Libra Room, Hotel Hilton, Jl. Sudirman, Jakarta, Senin (19/4/2004).Yang membuat Prabowo merasa masih punya kans adalah keyakinannya bahwa seluruh DPD akan memilih berdasarkan hari nuraninya. "Kita masuk dalam sidang konvensi dengan berpikir positif saja. Karena saya yakin seluruh DPD masih mempunyai pertimbangan berdasarkan hari nurani.""Yang terbaik untuk rakyat itu yang saya harap untuk dipilih," lanjut Prabowo. "Kepada DPD-DPD yang saya undang makan, saya bilang besok adalah persimpangan jalan. Ratusan juta rakyat akan melihat sidang besok. Dan mereka akan melihat apakah Golkar mendengar suara rakyat atau tidak."Mengenai keputusan DPP Golkar untuk memberikan suaranya pada Akbar, mantan Danjen Koppasus ini juga menanggapinya dengan tenang. "Dari awal kami sudah tahu mengenai sistem voting blok ini. DPP kan hanya 18 suara. Sedang kan untuk DPD-DPD ada 420-an suara. Jadi yang paling dekat dengan rakyat itu sebenarnya DPD. Kalau menyangkut elit politik di Jakarta biasanya sudah berbeda."Demikian juga soal adanya usulan dari peserta konvensi lainnya agar Akbar mundur sebagai ketua umum partai agar konvensi berjalan fair, Prabowo juga tidak mempersoalkannya. "Konvensi kan tinggal besok. Kita berpikir positif saja," katanya.Kemudian Prabowo kembali menegaskan keyakinannya bahwa delagasi DPD masih punya hati nurani saat memilih capres dari Golkar. "Saya yakin hati nurani delegasi DPD masih akan bicara. Mereka melihat harapan rakyat bahwa Golkar masih dipercaya. Dan mereka juga tahu bahwa rakyat sekarang ini tidak suka lagi dengan korupsi dan pemerintah yang lemah. Sehingga rakyat ingin terobosan baru."
(gtp/)











































