Untuk tidur, mayoritas napi wanita di sini mengandalkan tikar atau kasur lipat. Tidak ada alat elektronika yang tampak di sel-sel itu. Demikian pantauan detikcom, saat mengunjungi Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (11/1/2010).
Memang, dibanding tahanan khusus pria, ruangan di blok yang khusus dihuni tahanan wanita ini terlihat lebih bersih. Namun kesan padat tetap tidak bisa dihilangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang sipir mengaku kalau memang rutan ini terlalu padat. "Jadi terpaksa berdesak-desakan begini," terangnya.
Namun kesan sumpek, kumuh dan sesak langsung hilang, begitu memasuki kamar tahanan milik Artalita Suryani alias Ayin. Ruangan yang terletak di Blok Anggrek ini tak ubahnya kamar di hotel berbintang satu.
Ada spring bed ukuran double bed, di atasnya cover bed berwarna salem terlipat rapi. Segala macam kosmetik tersusun rapi di atas meja rias.
Ada TV plasma ukuran 21 inchi, dan pendingin ruangan. Sang ratu berlian kasus Jaksa Urip ini pun memiliki kamar mandi pribadi di dalam kamarnya. Dilengkapi kloset duduk dan bak mandi yang bersih.
Belum cukup nyaman, ada alat fitness untuk menyegarkan badan. Seluruh ruangan pun dilapisi karpet tebal.
Ayin hanya menangis sesenggukan saat ditanya fasilitas mewahnya. Sepanjang kunjungan yang difasilitasi oleh Dirjen Lapas Untung Sugiyono ini, Ayin hanya sibuk menutupi mukanya.
Selain Ayin, beberapa napi wanita lain mendapatkan fasilitas seperti Ayin di antaranya Aling (kasus narkoba) dan Lidya Pratiwi, artis terpidana pembunuhan. Jadi apa yang membedakan Ayin Cs dengan napi 'biasa'?
(rdf/nwk)











































