Pemilu Ulang Digelar di 2 TPS Khusus di Solo

Pemilu Ulang Digelar di 2 TPS Khusus di Solo

- detikNews
Rabu, 14 Apr 2004 16:14 WIB
Solo - KPU Kota Solo akhirnya melaksanakan pemungutan suara ulang di dua TPS Khusus, yaitu TPS 15 dan TPS 16 di Rumah Sakit Islam (RSI) Kustati, Jl Kapten Mulyadi, Solo, Rabu (14/4/2004). Jumlah pemilih pun jauh menyusut, apalagi hampir semua pasien sudah berganti. Namun KPU tetap bersikeras menggelarnya.Ketua KPU Solo Eko Sulistyo mengatakan, pemungutan suara ulang perlu digelar karena pada Pemilu 5 April lalu banyak pemilih yang tidak berkualifikasi untuk mencoblos di dua TPS itu. Namun Eko mengakui sejauh ini pihaknya tidak mengundang para pasien yang ikut mencoblos di dua TPS itu 5 April lalu, untuk kembali mencoblos hari ini.Seperti diketahui, Panwaslu Solo menemukan bukti adanya 65 pemilih yang bukan pasien, penunggu pasien, atau karyawan RS di TPS itu dengan menggunakan kartu pemilih sementara (KPS) yang diindikasikan sebagai KPS fiktif namun secara resmi dikeluarkan oleh oknum KPU Solo untuk memenangkan sebuah parpol tertentu.Pemungutan suara di kedua TPS itu berjalan lancar, meskipun hanya diikuti oleh sedikit pemilih. Jika pada pemungutan suara sebelumnya TPS 15 dihadiri 103 orang dan TPS 16 dihadiri 96 orang, pada hari ini masing-masing TPS hanya dihadiri oleh 31 dan 30 orang. Semua pemilih menggunakan suaranya sebelum pukul 10.00 WIB, bahkan ditunggu hingga pukul 13.00 WIB tidak ada penambahan pemilih.Dari hasil perhitungan untuk surat suara DPR RI di TPS 15 PKS mendapat 12 suara, disusul Partai Golkar (12), PAN (1), Partai Demokrat (1), PDIP (1), PBB (1), kartu rusak (8). Sedangkan Di TPS 16 surat suara untuk DPR RI yang sudah selesai dihitung, PKS mendapat 15 suara, Partai Golkar (4), PDIP (2), PAN (2), Partai Demokrat (2), PPP (2), PBB (1), kartu rusak (2).Pada pemungutan suara 5 April lalu, di TPS 15 PKS mendapatkan 70 suara, disusul PPP (7), PDIP (7), Partai Golkar (7), Partai Demokrat (5), PAN (4), PBB (2), dan Partai Patriot Pancasila (1). Sedangkandi TPS 16 PKS memperoleh 54 suara, disusul PAN (10), PDIP (8), Partai Demokrat (7), PPP (6), Partai Golkar (5), PBR (3), PBB (2), dan PNI Marhaenisme (1).Mahasiswa Yang BerdatanganSeorang anggota PPK Pasarkliwon, Bintang Mas Tranggono, mengaku bahwa pada saat pemungutan suara 5 April di TPS khusus itu dirinya melihat serombongan anak-anak muda yang kebanyakan perempuan berjilbab mengaku sebagai mahasiswa UNS. Mereka datang berombongan dengan maksud mencoblos di TPS itu."Saat itu mereka sudah saya cegah karena tidak berhak mencoblos di TPS Khusus. Mereka ngotot dan kami sempat bersitegang, bahkan salah seorang yang mengaku sebagai koordinator mengatakan kedatangan mereka untuk mencoblos di TPS itu atas perintah rektor mereka. Sesaat kemudian Ketua PPK Pasarkliwon, Pak Ba'i Bani memerintahkan kepada petugas agar melayani puluhan mahasiswa itu mencoblos di TPS ini," paparnya.Namun Rektor UNS, Syamsulhadi, saat dikonfirmasi langsung memberikan bantahan. "Tidak benar, itu bisa menjadi fitnah bagi saya. Saya tidak pernah memberikan perintah apa pun kepada mahasiswa apakah akan mencoblos atau tidak," ujar Syamsul.Dikatakan oleh Syamsul, selama pelaksanaan Pemilu 5 April lalu, pihaknya hanya memberikan surat pengantar atau surat tugas kepada mahasiswa pemantau yang tergabung di Forum Rektor. "Saya mendelegasikan pembuatan surat tugas itu kepada Pembantu Rektor (PR) III. Tapi tidak surat tugas untuk mahasiswa pemilih, demikian juga perintah lisan," tegasnya.Berita Terkait: Panwaslu Solo Temukan Kartu Pemilih Fiktif (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads