Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/1/2010), dalam kunjungan ke salah satu gereja yang rusak dihantam bom molotov, PM Najib Razak berusaha untuk memadamkan konflik antaretnis di negara yang didominasi etnis Melayu ini.
"Islam melarang kita dari menghina atau menghancurkan agama-agama lain, baik dalam bentuk fisik atau dalam bentuk tempat ibadah mereka," kata Najib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Najib juga meminta pemerintah tidak mentolerir apapun ancaman yang mengganggu keharmonisan antaretnis.
"Penyelidikan masalah ini telah dilakukan dan mereka yang bersalah akan dipertangunggjawabkan di pengadilan," katanya.
Β
Sekitar 10 persen warga Malaysia adalah Kristen, termasuk 850 ribu Katolik. Kebanyakan mereka tinggal di bagian pulau Kalimantan.
Gereja yang dibakar itu adalah Metro Tabernacle Church di Desa Melawati, gereja Assumption Church di Jalan Templer dan gereja Life Tabernacle Church, keduanya di Petaling Jaya.
Serangan terhadap gereja-gereja tersebut terjadi memprotes putusan Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur yang menolak larangan bagi warga nonmuslim menggunakan kata "Allah" dalam literatur mereka. Larangan tersebut telah berlangsung selama 3 tahun. (Rez/Rez)











































