Kecam AS, Pengungsi Irak Demo di Kantor PBB

Kecam AS, Pengungsi Irak Demo di Kantor PBB

- detikNews
Selasa, 13 Apr 2004 10:51 WIB
Jakarta - Sekitar 20-an pengungsi Irak di Jakarta menggelar unjuk rasa di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2004). Mereka mengecam pendudukan Amerika Serikat di Irak.Dalam aksinya massa meneriakkan yel-yel yang mengecam AS dan Israel. Mereka juga membawa berbagai spanduk dan poster untuk mengekspresikan tuntutan aksi mereka. Spanduk dan poster itu ditulis dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Arab. Mereka membawa spanduk yang mempertanyakan kepedulian umat Islam di Indonesia terhadap penderitaan rakyat Irak. "Umat Islam di Indonesia, Kenapa Kalian Diam? Saudara Kalian di Irak sedang Dibunuh Tentara Amerika dengan Kejam. Tolonglah Saudara Muslim Kalian," demikian bunyi spanduk itu.Spanduk lain berbunyi, "Iraqi Refugees in Indonesia Demands from American Alliance to Stop Killing Iraqi People'. Serta ada poster yang berbunyi, antara lain, "US Ingin Menjadikan Rakyat Dua Dunia Budak-budaknya Sendiri." "Children of Fallujah are not Terrorist", dan "US yang Teroris".Massa, sekitar pukul 10.20 WIB, juga sempat membakar bendera AS dan Israel. Mula-mula bendera itu diinjak-injak, disiram bensin, kemudian dibakar. Sementara bendera Irak yang mereka bawa dikibar-kibarkan. Mereka juga membawa gambar patung Liberty tapi rupanya diubah menjadi naga. Patung itu berdiri atas tumpukan tengkorak. Sementara obor yang dibawa diubah menjadi bintang, menyerupai lambang bendera Israel. Gambar seukuran kertas folio ini dibawa oleh setiap pengunjuk rasa, termasuk seorang anak kecil yang ikut dalam aksi ini.Sementara tujuan datang ke kantor PBB adalah untuk mengantarkan surat yang ditujukan kepada Sekjen PBB Kofi Annan. Yang intinya menyatakan bahwa mereka, pengungsi Irak dan pencari suaka, tidak menyetujui serangan barbar yang dilancarkan aliansi AS terhadap warga Irak. Mereka meminta PBB untuk bertindak tegas guna menghentikan pertumpahan darah yang dilakukan AS di bawah moto demokrasi dan hak asasi manusia. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads