"Direktur Freeport sudah bertemu saya kemarin. Saya minta tetap dipasok untuk pesawat Merpati atau Garuda yang bertujuan Timika sambil dicari solusinya," kata Menhub.
Hal ini disampaikan dia usai menghadiri penyerahan Daftar Isian Pagu Anggaran (Dipa) di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2010).
Solusi itu, misalnya, Pertamina membuka depo di sana. "Karena selama ini, Freeport melayani bandara perintis. Jadi kewalahan juga," katanya.
Menhub mengatakan, Freeport tidak ada kewajiban untuk melayani Garuda. Pengelola Bandara Timika itu juga tidak mendapat pasokan BBM dari Pertamina.
"Kita sudah beritahu ke Vice President Freeport, tolong jangan dihentikan (pasokan BBM). Jadi kita minta Garuda jalan," ujar Menhub.Bandara Timika didarati oleh Airfast sebagai mitra Freeport, Garuda dan Merpati. Pada 3 Januari Garuda tak mendapat pasokan BBM saat mendarat di bandara yang dikelola Freeport tersebut.
Diduga hal itu dipicu atas penolakan pilot Garuda GA 652 saat berada di Jayapura pada keinginan 3 bos Freeport agar diangkut pesawat tersebut, padahal mereka mengantongi tiket GA 653.
Pada 3 Januari pula, Freeport mengeluarkan surat penghentikan pengisian BBM pada Garuda. Surat itu dicabut sehari kemudian dan direvisi menjadi 'pengurangan' BBM. Sedangkan Merpati tidak mendapatkan surat serupa. Garuda yang merasa jaminan atas BBM-nya tidak terpenuhi, akhirnya memindahkan penerbangannya dari Timika ke Biak.Β Β (aan/nrl)











































