"Kalau masalah itu karena emosi pribadi, itu tak bisa dibiarkan. Saya akan kembalikan ke normal procedure," ujar Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti, Selasa (4/1/2010).
Pada Minggu 3 Januari lalu, PT Freeport selaku pengelola Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua, menolak mengisi avtur pesawat Garuda. Diduga penolakan ini akibat Garuda enggan mengangkut rombongan bos Freeport dari Jayapura ke Timika dengan alasan rombongan tersebut mengantongi tiket untuk penerbangan Garuda selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Untuk menjernihkan masalah tersebut, Dephub mengundang kedua pihak untuk duduk satu meja. "Kita bicarakan semua, kita buang dulu arogansi masing-masing, seperti harus minta maaf. Kita bicara kepentingan masyarakatlah," ujar Herry.
Pada 3 Januari, Freeport mengeluarkan surat yang menghentikan pasokan BBM pada Garuda. Pada 4 Januari, surat tersebut direvisi menjadi mengurangi pasokan BBM. Garuda 'membalas' kebijakan itu dengan menghentikan sementara penerbangan ke Timika dengan alasan keselamatan karena tidak mendapat jaminan suplai BBM. Garuda memindahkan rutenya ke Biak.
(nrl/iy)











































