"Kita belum menerima informasi dari polisi maupun pemerintah Singapura. Tunggu, sabar saja," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Deplu, Teguh Wardoyo saat dihubungi detikcom, Senin (4/1/2010). Jawaban Teguh sama saat detikcom meminta konfirmasi pada 31 Desember 2009.
Teguh menjelaskan, pihaknya sudah berusaha memfasilitasi keluarga Aries dengan pemerintah Singapura dengan mengirimkan nota diplomatik. Namun, katanya, sampai saat ini belum ada jawaban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aries yang tengah berwisata bersama keluarganya di Sigapura ditemukan tewas pada 26 Oktober 2009 lalu. Meninggalnya Aries ramai jadi bahan perbincangan di situs jejaring sosial. Informasi yang beredar, Aries menghilang setelah makan di food court Raffles City Shopping Centre pada 26 Oktober lalu.
Hingga kemudian dia ditemukan tidak bernyawa lagi di hari yang sama di apartemen di kawasan Block 224, Simei Street 4. Aries diketahui pernah menjadi mahasiswa di negeri Singa itu.
Saat Aries ditemukan, dompet dan barang berharga sudah tidak ada lagi di badannya. Kepolisian Singapura sempat memasang foto Aries di situs mereka untuk mengumumkan kematian WNI tersebut. Kepada keluarga, polisi Singapura menyatakan Aries tewas karena bunuh diri. Namun keluarga tidak percaya dengan penjelasan tersebut.
(lrn/iy)










































