"Secara resmi jam 12.00 WIB tadi saya sudah mengembalikan mobil Toyota Crown Royal Saloon ke sekretariat DPD. Itu saya lakukan atas inisiatif saya sendiri. Sementara ini saya pakai mobil pribadi saya yang berjenis Innova dan baru saya cicil 4 bulan," kata Laode.
Laode menyampaikan hal ini dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Senayan, Jakarta, Senin (4/1/2010).Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa belum pantas diberikan mobil itu. Pertama kali ada isu pergantian mobil dari Camry menjadi Royal Saloon saya nggak percaya, karena nggak ada alasan mengganti," paparnya.
"Pada tanggal 27 Desember kemarin saya terima, lalu saya periksa isi dalamnya. Ternyata mobil ini terlalu mewah dan sangat canggih. Segalanya serba otomatis, nggak pakai kunci. Lalu saya inisiatif, telepon Toyota, ternyata harganya mahal sekali," papar Laode.
Menurut Laode, semangat dan komitmen hemat harus dijadikan motto para pejabat negara. Salah satunya dengan tidak berlagak mewah baik dalam hal mobil dinas ataupun lainnya. "Di Luar Negeri pejabat nggak seperti itu (bermewah-mewah). Bahkan di Malayaisa, PM (Perdana Menteri) pakai mobil yang harganya hanya ratusan juta," paparnya.
Tapi apakah sudah dinaiki mobil Crown yang dikembalikan? "Saya sempat naik keliling rumah saya, Saya rasa nggak beda nikmatnya dengan Toyota Innova. Ini (Crown) justru rasanya panas, mungkin karena menggunakan uang rakyat," pungkas Laode sambil tersenyum.Β
(yid/iy)











































