Acara tahlilan dan doa tersebut akan berlangsung di KBRI Den Haag, Masjid Indonesia Al-Hikmah Den Haag dan masjid-masjid Indonesia lainnya di seluruh Negeri Belanda.
Doa untuk Gus Dur juga akan dipanjatkan oleh gereja-gereja di berbagai tempat komunitas Indonesia tinggal di Negeri Belanda, demikian rilis KBRI Den Haag, Kamis (31/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pelaksanaan tahlilan dan doa bersama untuk Gus Dur telah dilaksanakan secara spontanitas oleh masyarakat dan staf KBRI Den Haag pada malam pertama wafatnya Gus Dur, Rabu (30/12/2009).
Berita wafatnya Gus Dur menyebar demikian cepat di Negeri Belanda. Rasa terkejut dan duka mendalam banyak disampaikan melalui telefon ke KBRI. Dubes RI Den Haag J.E. Habibie langsung memerintahkan untuk menggelar doβa bersama dan tahlilan malam itu juga di aula KBRI Den Haag.
Dalam waktu relatif singkat, doa bersama untuk Gus Dur itu dihadiri masyarakat dan staf KBRI dari kalangan muslim maupun non-muslim. Masyarakat muslim membacakan Surat Yaasiin dan tahlilan. Sementara itu masyarakat non-muslim juga melanjutkan dengan doa untuk almarhum Gus Dur.
Di Negeri Belanda saat ini cukup banyak bermukim masyarakat Indonesia sahabat Gus Dur, yang dulunya sama-sama menuntut ilmu di Mesir dan Baghdad. Mereka juga hadir melakukan tahlilan bersama masyarakat lainnya di KBRI Den Haag.
Di era 70-an Gus Dur muda pernah tinggal di Belanda dan ikut mendirikan organisasi Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME). Organisasi ini kini telah berkembang biak, antara lain mengurus Masjid Indonesia Al-Hikmah.
(es/es)










































