"Gus Dur bapakku, Gus Dur guruku, Gus Dur pemimpinku," ujar Cak Imin dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (31/12/2009).
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) ini menambahkan, pamannya telah mengajari dirinya kehidupan yang keras, tapi tetap mencintai manusia dan kemanusiaan.
"Waktu aku di madrasah tsanawiyah (SMP), Gus Dur yang melatihku bermain sepak bola. Ketika aku di SMA, aku diajari menulis dan mengaji," katanya.
Tak sampai di situ saja, Cak Imin pun teringat ketika dirinya menjadi mahasiswa, Gus Dur jugalah yang mengajari demokrasi dan demonstrasi. "Dan ketika aku berpolitik, Gus Dur mengajari aku kembali permainan 'sepak bola'" kenangnya.
Hubungan paman dan keponakan itu sempat meregang ketika Cak Imin terpilih sebagai ketua umum PKB dari muktamar PKB 2008. Saat itu, Gus Dur mendukung Ali Masykur Musa maju sebagai ketua umum.
Pertalian keduanya semakin memanas ketika PKB kubu Cak Imin yang diakui sebagai PKB resmi di Pemilu. Ketegangan mereda pada bulan lalu, ketika Gusdur menyatakan tidak ada lagi perpecahan di tubuh PKB.
(amd/irw)











































