Rencana ini disampaikan oleh perwakilan keluarga, Johanes Temalulu, kepada rekan wartawan yang ditemui kediaman Frans Jalan Metro Kencana V No. 5 Pondok Indah, Jakarta (31/12/2009).
Hingga pukul 10.50 WIB, jenazah Frans masih disemayamkan di kediamannya. Sejumlah karangan bunga telah berdatangan ke kediaman. Antara lain dari Keluarga Besar Departemen FIB UI dan Kedubes Timor Leste.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, kata dia, pihak Uskup menginginkan Frans Weda juga disemayamkan di Gereja Katedral. Pihak Universitas Atma Jaya juga menginginkan hal yang sama.
"Ada pembicaraan dari uskup untuk dilakukan misa di Katedral. Atma Jaya juga meminta bapak disemayamkan di sana, tapi kami masih berunding dari pihak keluarga," imbuh dia.
Frans Seda meninggal dalam usia 83 tahun. Sebelumnya dia mengeluh ada masalah di kerongongan. Frans juga sering melakukan fisioterapi. Selama Fisioterapi, Frans Weda menjalani aktivitasnya dengan kursi roda dengan ditemani seorang suster.
(wep/asy)











































