Gus Dur sempat dirawat di RS Jombang akibat terjatuh di Ponpes Tambak Beras saat berziarah di makam KH Abdul Fattah. Tapi dasar Gus Dur, saat tahu dirinya akan dirujuk ke RS Dr Sutomo Surabaya, dan bukan melanjutkan ziarah ke makam ayahanda dan kakeknya di Tebu Ireng, Gus Dur meminta kembali ke Jombang. Padahal, saat itu ambulans sudah sampai di Mojokerto, kota tengah-tengah antara Jombang dan Surabaya.
"Beliau saat tersadar, langsung minta untuk dikembalikan ke Jombang dan dibawa ke Tebu Ireng. Padahal kondisi beliau butuh perawatan intensif. Kalau tetap dibawa ke Surabaya, Gus Dur minta diturunkan di pinggir jalan. Itulah Gus Dur, kalau punya mau harus dituruti. Ternyata, semua itu mungkin sudah firasat," papar sumber detikcom sambil menangis, Rabu (30/12/2009).
Sesampainya Gus Dur di Jombang, Gus Dur langsung berziarah ke makam kakeknya dan ayahnya serta keluarga besarnya di komplek pemakamann keluarga di Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jatim. Di kompleks inilah Gus Dur berlama-lama sampai dia merasa cukup waktunya dan dibawa ke Surabaya.
"Beliau terlihat khusuk dan banyak terdiam saat berziarah. Beliau lama saat di pemakaman. Saya tidak tahu apa yang dilakukan secara batinnya," paparnya.
Firasat Gus Dur benar, dia memaksa untuk dibawa kembali ke Tebu Ireng karena waktu itu memang kesempatan yang terakhir kalinya. Gus Dur besok akan kembali ke Tebu Ireng tetapi dalam keadaan yang berbeda. Selamat jalan Gus ....
(yid/fay)











































