"Sebelum ada protes dari mereka, saya sudah rencanakan akan ada revisi," kata George saat berbincang dengan detikcom, Senin (29/12/2009).
Salah satu pihak yang mendesak George merevisi adalah LKBN Antara. Lembaga pelat merah ini keberatan atas tudingan George di halaman 29-31 yang menyebutkan separuh dari dana Public Service Obligation (PSO) LKBN Antara yang berjumlah Rp 40,6 miliar mengalir ke Bravo Media Center, salah satu tim kampanye SBY-Boediono.
Revisi itu nantinya, sambung George, bisa mengubah isi halaman buku. "Mungkin ada yang dikurangkan atau ditambahkan. Bahkan kemungkinan nanti bisa menjadi 250 halaman tebalnya," ujar akademisi yang eks wartawan ini.
Namun, George belum bisa memastikan kapan dia akan merevisi buku tersebut. "Tergantung kemampuan saya kapan," tuturnya.
(mei/nrl)











































