"Yang jelas, hasil evaluasi akan kita gunakan untuk memperbaiki kinerja atau kekurangan yang ada saat ini. Kita berharap Penyelenggaraan Haji 2010 Lebih baik lagi," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Slamet Riyanto melalui rilis yang diterima detikcom, Minggu (27/12/2009) malam.
Menurut Slamet, pusat persoalan haji pada dasarnya berada di masalah pemondokan di Makkah. Jika persoalan tersebut bisa diatasi, diprediksi hampir 80 persen persoalan haji bisa diselesaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, menurut pengakuan muasassah (konsorsium penyelenggara haji yang dipercaya Kementerian Haji Arab Saudi-Red) sendiri, penempatan total jamaah haji seluruh dunia di wilayah ring II sebesar 70-80 persen. "Itu berarti kita sudah cukup banyak. Malaysia saja kalau yang sering dibanding-bandingkan jumlah jamaahnya hanya 26.000 tidak seluruhnya ada di wilayah ring I. Nah, ini ke depan kita memang akan ada persaingan yang ketat, sebab kita berusaha untuk bagaimana mendekatkan jamaah kita ke Masjidil haram," jelasnya.
Slamet menjelaskan, adanya keinginan mendekatkan jamaah ke Masjidil Haram, otomatis memudahkan sistem transportasi menuju Masjidil Haram. Sehingga jamaah tidak perlu lagi memerlukan kendaraan menuju Masjidil Haram.
"Tinggal jalan kaki saja, kan sudah di ring I," imbuhnya.
Sementara, dalam bidang transportasi, dengan kondisi jamaah yang sangat banyak, menyulitkan aspek transportasi di kota Makkah. Meski menggunakan alat transportasi, pengiriman jamaah tetap sulit dilakukan.
"Kita sendiri ikut melihat dan mengamati. Jadi, jangan mimpi kalau orang lagi banyak begitu kemudian kita kepingin lancar. Malah lebih enak jalan kaki sebenarnya," terang Slamet.
Sedangkan mengenai persoalan katering, Slamet mengatakan, dari hasil angket tingkat kepuasan jamaah atas layanan katering mencapai 92 persen. Namun, dengan adanya berbagai usulan, seperti apa sistem katering yang akan datang akan dilakukan kajian mendalam apakah prasmanan atau kembali ke boks.
"Ini harus dikaji betul jangan sampai ada pendapat, kita mundur," pungkasnya.
(ape/ape)











































