Warga Nigeria itu diketahui bernama Abdul Mudallad (23). AS menyakini pelaku terkait dengan Al Qaeda.
"Namanya muncul dengan cepat di database teroris," kata Anggota Komisi Keamanan Dalam Negeri DPR AS Peter King kepada Fox News seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/12/2009).
Menurut King, peralatan Mudallad cukup canggih sehingga mampu mengecoh keamanan bandara dan naik ke pesawat. Pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Kevin Krolicki menyebutkan bahan peledak Mudallad adalah tipe baru.
"Campuran bubuk yang diplester di kakinya. Satu lagi suntikan berisi bahan kimia. Kalau keduanya dicampur akan menimbulkan ledakan dan lebih membakar dari pada peledak biasa," kata sumber itu.
Untung saja, penumpang dan kru pesawat bertindak cepat mencegah aksi Mudallad. Meski sempat dinyalakan dan menimbulkan suara ledakan, namun peledak itu berhasil dipadamkan penumpang sebelum merusak pesawat.
Pelaku mengalami luka bakar tingkat tiga. Dua penumpang juga mengalami luka bakar saat berusaha menghentikan pelaku. Presiden AS Barack Obama yang sedang liburan Natal di Hawaii pun turut memantau perkembangan situasi ini.
(fay/djo)











































