Kibarkan Bendera Koyak, Sekwan DPRD Riau Disomasi Pejuang 45

Kibarkan Bendera Koyak, Sekwan DPRD Riau Disomasi Pejuang 45

- detikNews
Kamis, 24 Des 2009 16:45 WIB
Kibarkan Bendera Koyak, Sekwan DPRD Riau Disomasi Pejuang 45
Pekanbaru - Pengibaran bendera Merah Putih yang koyak di DPRD Riau berbuntut panjang. Para mantan Pejuang 45 melayangkan surat somasi ke Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Riau yang dianggap menghina simbol negara.

Somasi itu dilayangkan Lembaga Bantuan Hukum, Bahtera Juang, yakni para kelompok Pejuang 45 di Riau. " Surat somasi sudah kita sampaikan ke Sekretariat Dewan, dan somasi itu kita tembuskan juga ke Ketua DPRD Riau," kata Ketua LBH Bahtera Juang, Syamsul Jafar dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (24/12/2009).

Menurut pengurus Pejuang 45 ini, somasi itu dilayangkan sehubungan penghinaan yang dilakukan Sekwan DPRD Riau, Najief Soesila Dharma yang paling bertanggungjawab atas pengibaran bendera koyak itu. Najief juga dituding bersikap arogan saat memberikan keterangan kepada detikcom. Najief menyebut bendera itu tidak masalah karena warnanya masih Merah Putih belum berubah biru dan hitam.

"Ucapan Sekwan itu menunjukan sikapnya yang arogan. Bukan mengakui telah terjadi kesalahan, malah menghina kalau bendera itu belum berubah warna. Ini benar-benar penghinaan terhadap simbol negara," kata dia.

Karena itu, kata mantan Ketua DPRD Pekanbaru ini, pihaknya menyomasi agar Sekwan meminta maaf atas sikapnya yang arogan kepada publik. "Bila Sekwan tidak menunjukan sikap baiknya, maka masalah ini akan kita ke ranah hukum. Kita akan gugat atas penghinaan terhadap negara," kata Syamsul yang pernah berjuang di Timor-timur.

Menurut mantan anggota KPUD Riau ini, somasi yang dilayangkan para Pejuang 45 ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari tokoh masyarakat di Riau, Vetaran serta berbagai organisasi masyarakat lainnya.

"Kalau surat somasi kita tidak dijawab Sekwan, maka dalam waktu dekat ini kita akan laporkan masalah penghinaan negara ke polisi. Masalah bendera ini bukan main-main, para pejuang dan rakyat mempertahankannya dengan tetesan darah," kata Syamsul. (cha/anw)


Berita Terkait