Namun lepas dari kasus yang menimpanya, selidik punya selidik AKP Dewa ternyata memiliki hobi unik. Dia dikenal rekan-rekannya sebagai penggemar angka 12.
Saking cintanya dengan angka itu, apapun yang berkaitan dengan angka pada barang pribadinya, selalu ada angka 12. Misalnya saja dari nomor telepon pribadinya yang bernomor 08xxxxxx1212. Kendaraannya pun berplat B 1212.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin karena sejumlah alasan itulah dia kerap menggunakan angka 12. Tetapi kemudian, angka 12 juga ternyata berkaitan dengan perjalanan karir, lulusan sekolah penerbangan Polri angkatan 1997 ini.
Pada bulan 12 dia ditahan. Kasus dugaan pengancaman, perbuatan tidak menyenangkan, dan fitnah membelitnya. "Dia berstatus tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar saat ditanya wartawan.
Dewa disangka telah melakukan tindak pidana pada warga Tangerang, Febrian Hidayat. Dia diduga menodongkan pistol dan mengancam Febrian yang juga staf dari Niniek Sri Rezeki, seorang notaris di Tangerang.
Padahal bila ditilik, karir Dewa bisa dikatakan moncer. Meski dikenal dekat dengan mantan petinggi kepolisian, namun apa yang diraihnya dalam meniti jenjang karir, lulusan sekolah penerbang angkatan 1997 ini bisa dikatakan bagus.
Bagaimana tidak, meski bukan lulusan Akpol, AKP Dewa mampu menembus jajaran pimpinan wilayah di kawasan Jakarta. Biasanya, untuk kepala kepolisian tingkat wilayah di Jakarta, diplot untuk lulusan Akpol.
Hingga kemudian pada bulan 12, karir penyuka nomor 12 ini terancam. Meski Dewa telah tegas-tegas membantah segala tudingan yang menimpanya, namun sidang profesi akan segera digelar untuknya.
"Tidak ada itu. Apa tega saya berbuat itu. Semua saya serahkan kepada atasan," terang Dewa mengomentari kasusnya.
(ndr/iy)











































