"Sudah ada semingguan, anak saya nggak nyenyak tidur. Tangan sama kaki terkena gatal-gatal," kata Dewi (35) salah satu penghuni rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (15/12/2009).
Menurut Dewi, warga hanya mengandalkan pasokan air bersih yang dijual dengan gerobak dorong.
Penyebab lain menipisnya air bersih adalah banjir bulanan air pasang (rob). Rob yang membawa kadar garam cukup tinggi dan menggenangi sebagian rumah warga turut menyebabkan kesehatan kulit warga menurun. Terutama anak kecil yang senang bermain di air laut pasang.
"Saya sudah habis salep kulit 2 buah untuk anak saya," ucap Sumiati (45) warga RT 15/17 Muara Baru, Penjaringan yang menjadi langganan rob.
Saat dicek ke warung yang menjual salep serupa, penjual mengakui adanya peningkatan permintaan salep. Pembeli kebanyakan adalah warga yang mulai terserang gatal-gatal, kutu air dan kaki pecah-pecah.
"Kalau bisa, diatasilah itu banjir biar nggak sakit lagi kakinya," usul Sumiati yang rumahnya berbatasan dengan tanggul Muara Baru.
(Ari/nik)











































