"Saya yakin karena dalam rekaman itu Sri Mulyani menyebut nama Robert, bukan Marsilam atau yang lainnya. Sri Mulyani bilang: ya sudah rapat tertutup sekarang ya Robert" ujar Andi saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Sabtu (12/12/2009).
Bambang mengakui, rekaman pembicaraan antara Sri Mulyani dan Robert tidak berlangsung lama. Rekaman itu hanya berdurasi sekitar 1 menit.
"Saya juga yakin suara pria yang dipanggil Robert itu tidak seperti suara Pak Marsilam," ungkap politikus PKS ini.
Di sisi lain, sambung Andi, pernyataan Boediono tidak membantah kehadiran Robert di kantor Menkeu saat rapat KSSK pengambilan keputusan bailout Bank Century dilakukan. Andi menilai keterangan itu merupakan poin penting.
Andi menambahkan, sampai saat ini rapat KSSK pada 20 November malam hingga 21 November pagi 2008 itu juga misterius. Tidak ada laporan resmi mengenai apa yang terjadi di dalam ruangan selama rapat berlangsung.
"Kecuali 30 menit terakhir. Ada rapat tertutup yang hanya dihadiri 4 orang, yakni Arif Surowijoyo, Raden Pardede, Boediono dan Sri Mulyani. Pak Arif hadir sebagai legal consultan. Kita mungkin akan meminta notulen rapat tertutup kepada beliau," ungkap Andi.
Sebelumnya Boediono menegaskan, isu rekaman pembicaraan antara Sri Mulyani dan Robert Tantular tidak benar. Menurutnya, Sri Mulyani tidak pernah berbicara dengan Robert dalam rapat KSSK.
Hal senada juga disampaikan oleh Raden Pardede. Mantan Sekretaris KSSK ini mengatakan, yang ada adalah perbincangan antara Sri Mulyani dan Ketua UKP3R (Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Kebijakan dan Reformasi) Marsilam Simanjuntak.
Raden menceritakan jalannya rapat KSSK pengambilan keputusan bailout Bank Century pada tanggal 20-21 November 2008. Menurutnya rapat pertama merupakan rapat tukar pikiran selama 4 jam yang dihadiri oleh 30-40 peserta.
"Saya hadir, itu brainstorming dan bukan pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan di ruang kecil. Di bagian akhir memang ada dibahas soal pasal apa dan UU apa yang dipakai dalam penyelamatan sistem keuangan. Dimana secara umum ada pula Pak Marsilam Simanjutak sebagai Ketua UKP3R saat itu yang hadir. Kemudian ada juga di bagian akhir, pendapat Dirut Bank Mandiri. Di dalam pembicaraan akhir, Dirut Bank Mandiri bertanya apa yang harus dilakukan kepada Robert Tantular," paparnya.
(djo/irw)











































