"Kami menuntut MA mengeluarkan salinan keputusannya agar bisa dilihat oleh Mendiknas dan rakyat," ujar salah seorang peserta aksi yang juga wakil dari sebuah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ahmad Isnullah di depan gedung MA, Jl Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
Pengeluaran salinan putusan tersebut dianggap penting karena rakyat butuh informasi. "Agar semua rakyat dapat mengetahui sejelas-jelasnya tentang putusan MA," tambah Isnul.
Isnul juga meminta Mendiknas M Nuh untuk tidak meneruskan melaksanakan ujian nasional tahun depan. Sebab, sudah ada keputusan mengenai penghentian UN. "Jika tidak setuju, maka silakan lakukan peninjauan kembali (PK). Seharusnya M Nuh mematuhi putusan MA," pinta Isnul.
Aksi yang dilaksanakan sekitar 15 orang itu berlangsung lancar. Dalam aksinya, mereka membawa poster bertuliskan 'Stop UN', 'Keluarkan salinan putusan dari MA tentang UN', dan 'MA jangan memihak'. Selain melakukan orasi, mereka juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
(amd/iy)











































