"Itu hanya keisengan mahasiswa yang pulang lewat depan KFC," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Hery Subiansauri, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (12/9/2009).
Namun demikian, Hery mempersilakan pihak-pihak yang merasa dirugikan melapor ke polisi. Menurut Hery, polisi akan menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Sampai sekarang belum ada yang diamankan. Polisi juga belum menemukan indikasi adanya provokator. Jadi semuanya masih kita selidiki," ujar Hery.
Secara terpisah Kapolres Makassar Barat, AKBP Totok Tri Wibowo, mengakui pihaknya kecolongan atas kejadian tersebut. Menurutnya, saat mahasiswa melintas di depan KFC, Jl Sam Ratulangi, tidak ada petugas yang berjaga.
"Tapi bukan berarti kita tidak antisipatif. Kita sudah siagakan personel di sejumlah titik rawan," kilah Totok.
Seperti diketahui, ratusan mahasiswa melakukan pengrusakan KFC Makassar usai berunjuk rasa memperingati hari antikorupsi sedunia di kantor DPRD Sulsel. Tanpa sebab yang jelas, mahasiswa melempari restoran cepat saji itu dengan batu.
Sejumlah kendaraan milik pengunjung restoran tersebut juga menjadi sasaran. Tak hanya itu, para mahasiswa juga melempari bangunan bekas kantor DPC Partai Demokrat Kota Makassar.
(djo/djo)











































