Penilaian tersebut disampaikan oleh pengamat politik UI, Boni Hargens dalam diskusi politik di Rumah Perubahan, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Senin (7/12/2009).
Β
"Contohnya pada kasus ledakan Kuningan. Waktu itu, SBY menuduh orang yang kalah Pemilu Presiden yang berada di belakangnya. Tapi itu tak terbukti. Itu semua ulah tuyul," kritik Boni.
Boni mengupamakan saat ini SBY sedang marah pada bayanganya sendiri sehingga mengungkapkan pernyataan yang tidak semestinya diucapkan oleh seorang Presiden. Menurutnya, meski Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani diganti bukanlah hal yang istimewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semnetara itu, mantan Menko Ekuin Rizal Ramli menduga informasi yang diterima SBY justru berasal dari dalam pemerintahan guna memancing di air keruh. Dia kemudian mencontohkan kasus Soekarno, dengan isu Dewan Jenderal yang malah berujung pada Gerakan 30 September.
"Saya meminta orang-orang di sekitar SBY untuk memberikan informasi yg benar. Suasana malah menjadi memanas karena dipicu oleh SBY sendiri. Ini akibat dia kurang tegas mengambil tindakan. Harusnya secepat mungkin mengambil langkah konkret. Karena lambat, akhirnya masyarakat menebak-nebak dan spekulasi. Alhasil, ekonomi tersandera, bisnis tidak berjalan. Solusinya SBY harus ambil
tindakan," pungkasnya.
(asp/mok)











































