"Saya sudah sampaikan pada saudara Idrus dan semua anggota angket dari Golkar, agar jangan ragu-ragu untuk membuka kasus Bank Century sampai sedetil-detilnya," ujar Ical di Mataram, Sabtu (5/12/2009).
Ical berada di Mataram untuk membuka Musyawarah Daerah VIII Partai Golkar NTB. Musyawarah dipusatkan di kawasan wisata Pantai Senggigi, Lombok Barat, NTB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical juga mengaku telah memberi garis tegas pada anggota Pansus Angket Century dari Golkar untuk juga tidak ragu mengagendakan pemaggilan semua pihak yang terkait dengan kasus Century, apa pun jabatan yang disandang saat ini.
"Saya juga sampaikan kasus Bank Century ini bagi Partai Golkar tidak diarahkan untuk melakukan pemakzulan bagi pemerintah, khususnya bagi Presiden. Tentu kita tidak boleh ke arah sana. Kita boleh membukanya sampai ke mana aliran dananya. Ini agar pemerintah berjalan sebaik-baiknya," ujarnya.
Tak Niat Dongkel Boediono
Ical juga menampik analisis pengamat politik yang menyebut Golkar mengincar posisi Wakil Presiden dan menyingkirkan Boediono. "Namanya saja pengamat. Asal ngomong. Bisa salah dan bisa benar. Saya tegaskan sikap Golkar, sejauh mungkin simbol-simbol negara tidak ada yang jatuh terkait Century ini," kata Ical.
Sebelumnya, Pengamat Politik Eep Saefulloh Fatah menilai terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Pansus Angket Century adalah skenario untuk memuluskan langkah Aburizal sebagai Wapres yang kini masih dijabat Boediono.
(asy/asy)











































