Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menjelaskan, tidak ada terbersit sedikit pun niatan di tubuh partai beringin untuk melakukan itu.
"Kalau angket menyodok sana-sini, termasuk mantan Gubernur BI Boediono, kami tidak pernah berniat mendorong ke sana," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/11/2009).
Priyo mengatakan, tujuan partainya mempelopori lahirnya hak angket murni untuk membuka tabir skandal yang telah menyedot uang negara sebesar Rp 6,7 triliun itu.
"Golkar tidak punya skenario menjatuhkan seseorang," tegasnya.
Priyo mengatakan, pihaknya akan bertindak hati-hati dalam menjalankan hak angket termasuk soal wacana pergantian Wapres. Alasannya, hal itu memiliki ongkos sosial yang besar.
"Tapi kalau berakibat seperti itu, apa boleh buat, Partai Golkar akan ikut," pungkasnya.
(lrn/anw)










































