"Terdakwa kita ini, nulis saja susah. Bahasa Indonesianya saja parah. Ketika di Polda membuat BAP, BAP-nya dibacakan, dia tidak membaca sendiri," kata kuasa hukum Daniel, Juan Felix Tampubolon.
Hal ini disampaikan dia usai sidang di PN Tangerang, Banten, Senin (23/11/2009).
Juan mengatakan, Daniel disiksa, kakinya digantung, disetrum alat kelaminnya.
"Mereka berkali-kali dibilang hati-hati kalau bicara. Saya selalu anjurkan kepada mereka untuk mengatakan yang sebenarnya. Kalau saya lihat mereka ketakutan. Sejak awal mereka sudah diancam. Ini yang menjadi tanda tanya saya. Ini ada konspirasi. Korbannya orang-orang yang lugu ini," papar Juan.
"Mereka berkali-kali minta kami untuk membantu karena mereka mendapatkan teror. Mereka memberitahu kami nama yang mengancam tetapi takut dibuka untuk umum," lanjut dia.
(aan/nrl)











































