Probosutedjo Temukan Jual Beli Kartu Pemilih
Sabtu, 03 Apr 2004 09:44 WIB
Jakarta - Dua hari menjelang pencoblosan, praktek jual beli kartu pemilih mulai merebak.Para penjual kartu pemilih ini menghubungi para tokoh partai yang menginginkan dukungan. Salah satu kasusnya diungkap oleh Probosutedjo, salah seorang kerabat dekat mantan Presiden Soeharto."Saya menemukan banyak orang yang menawarkan kartu pemilih dengan harga Rp 50 ribu perlembar. Bahkan penjual kartu tersebut menawarkan untuk memilih partai tertentu jika mau membeli Rp 250 ribu," ungkap Probosutedjo kepada wartawan di Hotel Le Meridiem, Jl Sudirman, Jakarta Sabtu pagi (3/4/2004).Mengaku merasa penasaran dengan berbagai tawaran tersebut, akhirnya Probosutedjo mencoba membeli 8 lembar kartu pemilih. Dan benar, dirinya mendapatkan kartu pemilih, sambil memperlihatkan kartu-kartu tersebut. Salah satu kartu tersebut adalah atas nama Famina Latifa, dengan tanggal lahir kosong hanya tercantum tahun 1927, jenis kelamin perempuan dengan alamat Jl Angke Rt 06/06 Angke Tambora, Jakarta Barat.Probo yakin kasus seperti yang dialaminya banyak terjadi, karena yang menawarinya juga tak hanya satu orang. Dalam penilaian Probo, kasus ini menunjukkan hasil pemilu sekarang ini patut dipertanyakan, karena KPU tidak mengawasi meskipun hanya masalah kesalahan teknis saja. "Jelas kondisi ini akan memperangaruhi hasil pemilu. Artinya partai-partai berduit bisa borong suara. Mereka main tidak satu persatu, tapi melewati lurah," tambah Probo. Mungkin juga Probo belajar model orde baru!
(jon/)











































