Surat Suara Nyasar & Kurang Kartu Pemilih Warnai Maluku

Surat Suara Nyasar & Kurang Kartu Pemilih Warnai Maluku

- detikNews
Jumat, 02 Apr 2004 20:14 WIB
Ambon - Hingga H-3 pelaksanaan Pemilu, Maluku masih dililit persoalan kekurangan logistik, seperti kekurangan surat suara, bahkan ada yang nyasar, dan kartu pemilih."Di daerah pemilihan Kecamatan Leihitu ditemukan masih terjadi kekurangan 19 ribu surat suara," kata Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Salim Malawat kepada detikcom, di Desa Hila Pulau Ambon, Jumat (2/4/2004).Menurut dia, kondisi tersebut sudah dikonfirmasikan kepada KPUD Maluku Tengah maupun KPUD Provinsi Maluku. Namun sampai saat ini belum juga diatasi."Saya mintakan pihak KPUD Maluku Tengah maupun KPUD Maluku untuk mengantisipasi hal ini segera mungkin. Jika tidak, banyak pemilih yang tidak dapat mencoblos karena kekurangan surat suara," ujar Malawat.Hal yang aneh, lanjut dia, ditemukan juga surat suara daerah pemilihan Saparua yang dikirim ke Leihitu. "Kami juga kaget ketika ada surat suara untuk daerah pemilihan Saparua kok dikirim ke Leihitu. Hingga saat ini surat suara itu masih ada di tangan kami," tukasnya.Sementara Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Provinsi Maluku Zahrudin Latuconsina kepada detikcom di Graha Jurnalis M Amin Ely menyatakan, pihaknya menemukan banyak pemilih yang terdaftar sebagian besar belum menerima kartu pemilih."Selain kekurangan surat suara, di Leihitu sebagian besar pemilih belum menerima kartu pemilihnya. Ini baru kita temukan tadi siang saat melakukan sosialisasi tata cara pencoblosan di Kecamatan Leihitu. Kendala lain yang juga ditemukan oleh KIPP daerah Maluku adalah soal ketidakmengertian masyarakat tentang cara pencoblosan," katanya.Dari hasil sosialisasi, lanjut dia, ditemukan sebagian besar masyarakat tidak tahu tata cara pencoblosan surat suara. "Ini sangat memprihatinkan. Diperkirakan surat suara banyak terjadi kerusakan. Bahkan kemungkinan melebihi 50 persen," tukas Zahrudin. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini