"Nggak benar itu. Pemeriksaan terhadap kasus alm Nasrudin dilaksanakan di Polda Metro Jaya. Selaku penyidik Mabes Polri, ndak ada. Masa Pak Hadiatmoko memeriksa?" ujar Hadiatmoko di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2009).
Lantas beberapa minggu kemudian, istri Wiliardi, Nova, menemui dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadiatmoko menanyakan maksud kedatangan Nova. Ternyata Nova mengungkapkan kesulitan menjenguk suaminya di rutan Bareskrim Mabes Polri.
"Saya bilang, kalau malam memang sulit, ini bukan jam besuk, besok saja. Terus dia bilang, 'Jangan Pak saya harus ketemu suami saya'. Kenapa? 'Hari ini hari deadline untuk pembayaran lawyer saya sebesar Rp 600 juta. Kalau hari ini tidak ada izin dari suami saya saya harus gimana?' Nah, atas pertimbangan itu saya izinkan. Tapi harus izin penjaga tahanan di Mabes Polri. Saya persilakan untuk dikawal," kata Hadiatmoko.
Setelah pertemuan itu, imbuhnya, sudah tidak ada pertemuan lagi dengan istri Wiliardi. Nova bertemu dengan dirinya, menurut Hadiatmoko, karena kebetulan dirinya yang berada di kantor.
Jadi Bapak tidak pernah bertemu dengan Wiliardi) dan istrinya? "Istrinya saja. Berikutnya ketemu lagi Wiliardi pada saat Jumatan. Saya kan salat Jumat di dalam. Ya ketemulah, wong polisi," jelas dia.
Sebelumnya, usai sidang Antasari Azhar di PN Jakarta Selatan Selasa kemarin, Nova menegaskan apa yang dikatakan suaminya di dalam persidangan adalah yang sebenar-benarnya. Nova bahkan mendengar dan mengetahui sendiri bahwa suaminya ditekan.
"Saya sendiri tahu dan dengar juga soal rekayasa itu. Saya bilang Pak, jangan. Kasih tahu saja yang sebenarnya apa yang bapak tahu. Suami saya dicuci otak," kata Nova.
Namun Nova tidak sepenuhnya mengetahui siapa petinggi Polri yang merekayasa penahanan Antasari tersebut. "Saya nggak tahu. Saya tahu karena saya ada di situ (saat Wiliardi dibawa ke ruang Wakabareskrim). Bapak nggak minta pengacara karena polisi buru-buru," ujarnya.
Nova mengatakan, kalau suaminya memang diiming-imingi tidak dipecat agar ikut dalam rekayasa tersebut.
"Pokoknya kamu nggak diapa-apain. Nggak dipecat," tegasnya.
(nwk/nrl)











































