Hal tersebut disampaikan Amin Rais saat menghadiri tabligh akbar dalam rangka seabad ormas Muhammadiyah di Gedung Bagawanta Bhari, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (8/11/2009). Menurutnya, people power bisa saja muncul sebagai bentuk ketidakpuasan masyarakat atas penyelesaian perselisihan tersebut.
"Satu hal yang saya ingatkan jangan sampai peselisihan ini menimbulkan trial by the press (penghakiman melalui media), karena kasihan proses hukumnya. Dan satu lagi, kalau sampai hal itu terjadi saya khawatir rakyat tak terkendali dan akan menjadikan bakar-bakaran ban terjadi lagi, saling lempar batu seperti tahun 98 terulang lagi," papar Amien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah jelas terlihat siapa yang berlagak sebagai penegak hukum, tapi sebenarnya dia adalah mafioso yang menenggelamkan kebenaran dan keadilan," urai Amien.
Terkait dalang dari kisruh antara KPK dan Polri, meski enggan menyebut nama, Amin menduga adalah pihak yang menginginkan Indonesia kembali tenggelam di tengah upayanya bangkit ke arah yang lebih baik.
Ditanya mengenai keterlibatan kepentingan asing dalam perselisihan antara KPK dan Polri, Amin juga membenarkan kemungkinannya. Hal tersebut diindikasikan melalui terpecahnya konsentrasi Indonesia akibat menangani permasalahan tersebut.
"Anda juga mengetahui pastinya, akibat permasalahan ini kepercayaan investasi pasti akan menurun. Konsentrasi negara untuk menjadi produktif juga berkurang, yang ujungnya akan menjadikan negara kita yang mulai bangkit ini akan kembali tenggelam," tutur mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat nasional (PAN) tersebut meminta perselisihan antara KPK dan Polri dapat diselesaikan secara transparan. Pihak yang salah diberikan hukuman setimpal dengan tidak melihat kedudukan sebelumnya, sementara pihak yang benar dapat diberikan kebebasannya kembali.
(fat/irw)











































