"Nggak ada, nggak ada (ancaman). Kami di dalam (tahanan) baik-baik saja. Ruangan cukup baik," kata Chandra sambil menggeleng-gelengkan kepala di Mako Brimob, Jl Akses UI, Depok, Rabu (4/11/2009).
Rekaman sadapan KPK atas Anggodo Widjojo yang diputar di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (3/11/2009) kemarin membongkar adanya rencana untuk membunuh Chandra di tahanan.
Chandra tiba di Mako Brimob, sekitar pukul 10.45 WIB dengan menggunakan mobil Kijang Innova warna hitam bernopol B 8539 HR. Dia hanya 5 menit berada di dalam untuk mengambil barang-barangnya yang tertinggal.
"Hanya beberapa barang yang masih tertinggal kemarin," ujar Chandra yang mengenakan kaos berkerah warna biru muda.
Namun Chandra enggan menyebutkan barang-barang apa saja yang diambilnya. Dia kemudian menyatakan rasa senang dan terima kasihnya bisa keluar dari tahanan.
"Saya senang keluar. Saya dan Bibit mengucapkan terima kasih pada seluruh masyarakat yang memberikan dukungan, kami sangat terharu. Tidak menyangka masyarakat antusias mendukung kami," tutur dia.
Chandra berharap agar kejadian ini bisa menjadi introspeksi bersama supaya kedepan penegakan hukum jadi lebih baik. Ia menginginkan untuk ke depan setiap masalah yang terjadi dapat dipikirkan dengan kepala dingin.
"Kedepan perlu dipikirkan secara matang-matang dengan kepala dingin, sehingga pihak yang terkait bisa menemukan jalan keluar yang pas," harapnya.
Sebelum Chandra tiba di Mako Brimob, Bibit S Rianto telah mendatangi Mako terlebih dahulu. "Ternyata Pak Bibit sudah masuk, sudah keluar lagi. Dia kan polisi, jadi mungkin tepat waktu," kata Chandra.
(nvc/iy)











































