"Penyidik diduga terlibat keras skenario. Harus dijelaskan secara lebih lanjut karena di situ ada nama penyidik Parman, Didik, Deni dan Guguk. Kalau betul mereka terlibat, itu memperlihatkan adanya mafioso yang tidak terbantahkan," kata Bambang dalam jumpa pers usai persidangan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (3/11/2009).
Menurut Bambang, Anggodo sebagai salah satu pemain utama dengan melibatkan Wisnu Subroto mencoba membangun skenario. Selain itu juga melibatkan Abdul Hakim Ritonga dan Irwan Nasution dari Kejaksaan Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua skenario dan rekaman itu menunjukkan adanya niat bersama dari orang-orang yang terlibat dalam rekaman untuk menonaktifkan pimpinan KPK. "Kalau secara keseluruhan dibuka, ada juga lawyer yang ikut berperan, yaitu Kosasih, Bonaran dan Alex. Jadi lawyer jadi bagian penting dari seluruh permainan," terangnya.
"Mereka semuanya menargetkan pimpinan KPK untuk dinonaktifkan yaitu, Pak Bibit dan Pak Chandra. 2 orang itu jadi target. Ini benar-benar ada rekayasa secara sistematis yang dilakukan," ujar Bambang.
(yid/nrl)











































