Menhub: Kepala Stasiun Kota Bukan Dipecat, Tapi Dipindahkan

Menhub: Kepala Stasiun Kota Bukan Dipecat, Tapi Dipindahkan

- detikNews
Selasa, 03 Nov 2009 10:54 WIB
Jakarta - Menteri Perhubungan Fredy Numbery menyatakan pemberitaan mengenai Kepala Stasiun Kota yang selama ini diberitakan hanya dilebih-lebihkan oleh media. Hal itu, tambah Fredy, dibuat agar berita ini terkesan lebih seksi.

Menurut Fredy, kepala stasiun itu hanya dipindahkan bukan dipecat. Tindakan itu hanya untuk penyegaran karena pasti ada beberapa karyawan yang jenuh.

"Bukan dipecat tetapi dipindahkan. Selama ini kan media mengatakan dipecat, itu hanya supaya terlihat lebih seksi," ujar Fredy.

Menurut Fredy, tindakan pemindahan karyawan ini bertujuan agar para karyawan bisa bekerja lebih baik sehingga ada perubahan ke arah yang lebih baik.

"Mungkin orang sudah jenuh, jadi harus ada penyegaran, siapa tahu ada perubahan. Mereka itu kan sudah sekitar 2-3 tahun," jelas Fredy.

Hal ini juga Fredy lakukan pada kepala kapal pandu Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Fredy, penggantian kepala kapal pandu itu dilakukan karena dia bukan orang dari kepanduan.

Orang-orang pandu meminta kepala pandu yang berasal dari kepanduan. Jika tidak dituruti, persoalan tersebut bisa menjadi masalah yang lebih besar.

"Kalau mereka mogok, kapal-kapal tidak bisa berangkat, yang malu siapa? Bangsa. Ini untuk kepentingan bersama. Kalau kayak gitu kan bangsa
ini nggak maju-maju," kata Fredy.

Kepala Stasiun Kota (Beos) diberhentikan setelah Fredy melakukan sidak ke stasiun tersebut. Alasan pemberhentian, saat sidak kepala stasiun tidak berada di kantornya, sementara kondisi stasiun tampak kotor.

Selain itu Fredy juga meminta agar kepala pandu Pelabuhan Tanjung Priok diganti usai sebuah inspeksi mendadak. Alasannya, kepala pandu itu terlambat memandu kapal Costa Rica yang akan masuk sehingga terpaksa menunggu 5 jam.

(nia/sho)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads