Kapolda Jateng Sayangkan Pemberitaan Media Soal Upal
Jumat, 02 Apr 2004 17:45 WIB
Semarang - Meski mengakui adanya pengungkapan kasus upal (uang palsu) di Tawangmangu, Karanganyar, Kapolda Jateng menyayangkan adanya pemberitaan mengenai hal itu di media massa."Saya menyesal dengan pemberitaan kasus upal di media massa. Kasus upal itu sensitif, karena memengaruhi kredibilitas negara. Juga, bisa menggoyahkan nilai tukar rupiah," kata Kapolda Irjen Pol Didi Widayadi kepada wartawan di Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan, Semarang, Jum'at (2/4/2004).Pihak kepolisian, kata dia, khawatir akan munculnya gejolak di masyarakat ketika kasus upal diangkat besar-besar. "Jangan-jangan masyarakat malah berpikir yang aneh-aneh. Apalagi, ketika disebutkan upal itu telah beredar di masyarakat," papar Didi.Didi menambahkan, sampai saat ini kasusnya masih dalam pemeriksaan. Seorang penyandang dana dari Kediri telah ditangkap. Polisi tinggal menelusuri jaringan lainnya dan mengejar pelaku yang sempat melarikan diri."Kami sudah menginformasikan ke Bank Indonesia Wilayah Jateng agar memeriksa lebih teliti uang yang beredar di perbankan. Upal bisa dibedakan dengan uang asli dengan menggunakan lampu UV. Upal akan berpendar kalau kena UV, sedangkan yang asli tidak," ungkap Didi sambil mempraktekkannya di depan wartawan.Pemeriksaan sementara, lanjutnya, menunjukkan bahwa motif ekonomi lebih menonjol. Dugaan orang yang mengaitkan upal dengan dana kampanye maupun gerakan Jamaah Islamiyah, disangkal Didi dengan tegas. "Tidak ada bukti yang mengarah ke sana. Motif mereka adalah motif ekonomi," kata Didi.
(nrl/)











































