BEM Se-Jabotabek:
Pemilu 5 April Harga Mati
Jumat, 02 Apr 2004 15:36 WIB
Jakarta - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Jabotabek mendesak Komisi Pemilihan Umum tidak ingkar janji. KPU harus bisa menggelar pemilu serentak pada tanggal 5 April 2004.Ratusan mahasiswa ini mendatangi kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/4/2004), sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka berjalan kaki dari kampus Universitas Indonesia, di Jl. Salemba Raya.Dalam orasi-orasi yang disampaikan, BEM Se-Jabotabek menegaskan, Pemilu tanggal 5 April 2004 adalah harga mati. Jika gagal, BEM Se-Jabotabek meminta KPU segera dibubarkan. "Ini harga mati tidak bisa ditawar-tawar," ujar seorang mahasiswa dalam orasinya.BEM Se-Jabotabek juga mengingatkan agar rakyat memanfaatkan sebaik-baiknta proses demokrasi itu. Rakyat harus menolak dan tidak memilih parpol dan politikus busuk.Seperti unjuk rasa lainnya, massa BEM Se-Jabotabek juga membawa berbagai bendera dan spanduk. Spanduk-spanduk itu antara lain berbunyi, 'Hey Rakyat Ambil Sikap, Tolak Politisi Busuk, serta 'Ambil Duitnya Jangan Pilih Parpolnya'.Hingga saat ini massa BEM Se-Jabotabek masih terus bertahan di depan kantor KPU. Akibatnya, lalu lintas di Jl. Imam Bonjol menjadi tersendat. Beberapa orang perwakilan mahasiswa meminta bertemu dengan Ketua KPU Nazaruddin Syamsudin. Nazarudin sendiri saat ini sedang mengikuti rapat konsultasi di Istana Negara.
(djo/)











































