Diambil Sampel Darah, Peternak Sukabumi Laporkan Menkes ke DPR

Diambil Sampel Darah, Peternak Sukabumi Laporkan Menkes ke DPR

- detikNews
Senin, 26 Okt 2009 16:20 WIB
Diambil Sampel Darah, Peternak Sukabumi Laporkan Menkes ke DPR
Jakarta - Sejumlah peternak di Sukabumi melaporkan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih ke DPR. Mereka menuntut adanya transparansi pengambilan sampel darah 300 peternak pada Januari 2007.

"Kita ingin adanya transparansi atas pengambilan sampel darah 300 peternak," ujar Ketua Kelompok Peternak Rakyat Ayam Kampung (Keprak) Sukabumi, Ade M Zulkarnain saat dihubungi lewat telepon, Senin (26/10/2009).

Ade menuturkan, para peternak awalnya ingin mengadukan kasus itu ke Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan DPR. Namun Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning sedang tidak ada di tempat.

Akhirnya peternak Sukabumi pun bertemu dengan anggota FPKS asal Sukabumi Yudi Widiana Adia. Yudi berjanji untuk mengakomodir laporan peternak dan menyampaikannya ke Komisi IX DPR. Komisi IX DPR direncanakan akan mengadakan raker dengan Menkes pada Rabu 28 Oktober mendatang.

Karena menunggu hasil pertemuan antara Komisi IX dengan Menkes, para peternak menunda berdemo ke Istana Presiden. Sebelumnya mereka mengancam akan beraksi di Istana jika aspirasi di DPR tidak diterima.

Ade menjelaskan, pengambilan sampel darah 300 peternak Sukabumi terjadi pada Januari 2007. Pengambilan sampel terkait matinya 2.000 burung di 3 kecamatan yakni Cicurug, Cikembang dan Kebon Pedes akibat flu burung.

Untuk mengetahui mengandung virus flu burung atau tidak, akhirnya darah 300 peternak diambil oleh tim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Bio Medis dan Farmasi yang dipimpin Endang.

Setiap peternak diambil sampel darah sebanyak 20 cc. Usai diambil sampel darah, mereka diberi sekaleng susu kental manis dan 5 bungkus mie instan.

"Saat itu Endang nggak datang dia kan kepala laboratoriumnya. Yang datang timnya dokter Tranti dan dua orang warga negara asing dari WHO dan Belanda dari The National Institute for Public Health and The Environment (RIVM)," kata dia.

Para peternak, lanjut Ade, dijanjikan diberitahu hasil pengambilan sampel darah 3 bulan setelahnya. Namun sampai Agustus 2008 belum ada kabar dan akhirnya mereka mengirim surat ke Menkes saat itu yakni Siti Fadilah Supari pada 18 Agustus 2008 untuk meminta klarifikasi pengambilan sampel darah.

Saat itu Siti hanya mengirimkan timnya untuk menjelaskan hasil tes peternak negatif.

"Tuntutan kita transparansi pengambilan sampel darah. Darah untuk apa dan mau dibawa ke mana? Kata dokter Tranti darah di bawa ke Atlanta, Amerika Serikat," demikian Ade.
(nik/iy)


Berita Terkait