"Saya tidak tahu jika Asri ingin menculik. Saat itu dia hanya minta tolong diantar ke pasar, makanya saya mau,β ujar Wahyu kepada wartawan di Mapolrestro Bekasi, Senin (26/10/2009).
Wahyu mengaku tidak bisa menolak permintaan tolong Asri karena cukup mengenalnya. Bahkan mereka berdua sudah seperti saudara angkat. Wahyu baru tahu terlibat aksi penculikan setelah beritanya muncul di media massa.
"Sebab saat itu Asri hanya bilang ingin mengambil anak majikannya," ungkap Wahyu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Michael tiba-tiba disergap seorang wanita berjilbab dan berkacamata di depan rumahnya, di Gang Melati III, RT 2 RW 8, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Jumat (23/10/2009). Wanita itu kemudian membawa Michael kabur dengan sepeda motor yang dikendarai Wahyu.
Jilbab untuk Menyamar
Kasat Reskrim Polrestro Bekasi, Kompol Budi Sartono, mengatakan Asri sehari-hari sebenarnya tidak berjilbab dan tidak berkacamata. Dia mengenakan itu untuk mengelabui warga yang melihat aksinya. Polisi kini masih memburu Asri, termasuk Atep Ali Abdallah, ayah kandung Michael, yang diduga sebagai dalang penculikan.
Budi meyakini Atep masih berada di Indonesia, meski yang bersangkutan merupakan warga negara asing. Sebab, dia punya usaha PJTKI dan beberapa kegiatan lain di Indonesia. "Doakan saja cepat tertangkap," lanjut Budi.
(djo/djo)











































